free hit counter
Thursday, November 26, 2020
Home Tehnik Forex Trading Forex menggunakan Indikator Relative Strength Index ( RSI )

Trading Forex menggunakan Indikator Relative Strength Index ( RSI )

Relative Strength Index atau RSI merupakan salah satu indikator teknikal yang paling banyak digunakan oleh para trader. Indikator ini dikembangkan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978 untuk mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga. Indikator ini juga membantu dalam mengenali kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold) di pasar agar dapat membeli pada harga rendah dan menjual pada harga tinggi. 

Cara penerapannya.

Untuk menambahkan RSI ke grafik, klik “Insert” – “Indicators” – “Oscillators”, dan Anda akan menemukan “Relative Strength Index”.

Indikator RSI

Secara baku, MetaTrader menawarkan kepada Anda periode 14. Anda bisa mengubah parameter ini sesuai keinginan. Trader jangka pendek biasanya menggunakan RSI berperiode 9, sedangkan trader jangka panjang lebih menyukai RSI berperiode 25. Secara keseluruhan, semakin kecil periode, semakin banyak fluktuasi yang akan dihasilkan indikator. 

Cara penafsirannya.

Pembacaan indikator berfluktuasi antara 0 sampai 100. Anda juga bisa menambahkan garis tengah (middle line) di level 50. Jika RSI berada di atas titik ini, maka momentum dianggap naik dan membuka peluang untuk aksi beli. Jika RSI mengedrop sampai di bawah 50, maka pasar disinyalir akan memasuki tren bearish baru, sehingga transaksi jual menjadi terbuka.Seperti halnya osilator lainnya, RSI membantu dalam mengenali kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold) dalam perdagangan suatu aset. Khusus untuk RSI, Anda harus mewaspadai level 70 dan 30. Jika RSI naik sampai di atas batas 70, maka pasar dianggap overbought dan berpeluang untuk koreksi ke bawah. Sedangkan jika RSI turun sampai di bawah garis 30, maka pasar dianggap oversold dan dapat berbalik ke level yang lebih tinggi.

Harap diperhatikan, pendekatan ini bagaimanapun juga tidak cocok untuk trading dalam tren kuat ketika RSI terindikasi bakal tetap overbought atau oversold untuk jangka waktu yang lama. Apabila Anda melihat tren di pasar sedang kuat, pertimbangkan untuk melakukan aksi jual ketika RSI oversold dalam tren turun, atau melakukan aksi beli ketika RSI overbought dalam tren naik.

Secara umum, kualitas sinyal RSI meningkat seiring dengan penggunaannya yang berkesinambungan sesuai arah tren di saat indikator meninggalkan level kritis. Misalnya, Anda bisa melakukan aksi beli selama tren naik saat RSI mencapai di atas level 30.Di samping itu, divergensi antara RSI dan harga dapat mengingatkan akan terjadinya pembalikan pasar. Saat high baru dari harga tidak dikonfirmasi oleh high baru di RSI, maka akan dianggap sebagai bearish divergence, yang merupakan sinyal negatif. Saat harga membentuk low lebih rendah tapi minimum RSI lebih tinggi dari yang sebelumnya, maka akan dianggap sebagai bullish divergence.

RSI sering digunakan dalam kombinasi dengan osilator lain, misalnya MACD. Di saat RSI mengukur perubahan harga yang berhubungan dengan high dan low dari harga, MACD mengukur hubungan antar dua EMA. RSI dan MACD merupakan kombinasi yang kuat. 

Kesimpulan.

Trader yang kompeten pasti tahu apa itu RSI dan cara penggunaannya. Pastikan bahwa analisis Anda tidak dibangun hanya berdasarkan RSI saja, tetapi juga dari studi tentang perilaku harga itu sendiri dan indikator teknikal lainnya. Ingat, sinyal dari RSI sangat ampuh ketika digunakan pada tren jangka panjang.

Dalam trading forex penggunaan indikator RSI harus berada di area overbought atau oversold

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

5 Indikator Forex Paling Populer

Ketika Anda memulai trading forex, Anda akan melihat banyak sekali indikator forex yang dapat membuat Anda bingung jika Anda tidak mendapat informasi...

Pentingnya Pasang STOP LOSS tiap Trading Forex

Apa Itu Stop Loss? Stop Loss atau biasanya disingkat SL merupakan nilai batasan harga terendah yang ditentukan untuk...

Trading Emas ( XAU USD ) dengan cara Scalping

Tehnik trading scalping banyak disukai atau dicari oleh trader, karena memungkinkan untuk profit dalam waktu singkat. Istilah ini sering dikaitkan dengan aktivitas...

Tips Memilih Broker Forex yang Terpercaya

Sebelum Anda melakukan trading forex, Anda sebaiknya memilih broker forex dan mendaftar akun trading terlebih dahulu di broker tersebut. Broker forex adalah perusahaan yang...

Recent Comments